Tanpa Kompetensi, Sarjana Bakal Kalah Bersaing

Tanpa Kompetensi, Sarjana Bakal KalaJakarta - Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), pada masa mendatang, diharapkan tak ada lagi menganggur sesaat setelah mereka lulus sekolah. Hal tersebut lantaran beberapa kurikulum yang dibangun, tengah diarahkan kepada konsep competency based. Hal tersebut disampaikan oleh Gatot Hari Priowirjanto, Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri, Setjen Depdiknas, ketika mengawali acara seminar "Teknologi Informasi untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan", bertempat di Universitas Gunadarma, Rabu (28/12/2005). Seminar itu sendiri dibuka oleh Ravi Salim, Pembantu Rektor Universitas Gunadarma.Menurut Gatot, keunggulan dari kurikulum yang berbasis kompetensi (competency based) tersebut nantinya akan melahirkan lulusan yang siap guna dan tepat guna. Salah satu yang menjadi sorotan Gatot adalah dalam hal pemanfaatan teknologi informasi (TI).Untuk SMK TI, beberapa bidang kejuruan telah dilahirkan dari tangan Gatot, ketika masih menjabat sebagai Direktur Pendidikan Menengah Kejuruan (Dikmenjur) tahun lalu. Kejuruan tersebut adalah untuk Jaringan, Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Multimedia, Penyiaran dan Animasi."Untuk perkuliahan, memang perlu untuk mempelajari banyak jenis produk hardware ataupun software TI. Tetapi untuk SMK, kami harus pragmatis," demikian ditegaskan oleh Gatot. "Kami harus menjamin kepada industri, bahwa nanti lulusan SMK TI akan siap bekerja, karena telah disiapkan untuk memiliki keterampilan yang spesifik," tambahnya.Sekedar mencontohkan, untuk Jaringan telah digandeng Cisco Networking Academy Program (CNAP), lalu untuk RPL difokuskan pada program Java, sedangkan untuk Multimedia menggunakan produk Macromedia."Industri nantinya akan mencari sumber daya manusia yang memiliki kompetensi. Jadi lulusan sarjana tetapi jika tidak memiliki keahlian yang dibutuhkan oleh industri, dapat kalah bersaing dengan lulusan sekolah menengah dengan kompetensi dan keahlian yang telah fokus," demikian tegas Gatot.Gatot juga menyinggung soal kesiapan seluruh SMK yang tersebar di 440 kabupaten untuk mulai berbagi konten pendidikan sekaligus terkoneksi dengan Internet, yang difasilitasi dengan bandwidth menggunakan satelit.Adapun nara sumber lain yang juga akan berbagi informasi kepada sekitar 200 mahasiswa adalah I Made Wiryana (Peneliti RVS Bielefeld University - Jerman), Bona Simanjuntak (CEO ICT Centre DKI Jakarta) dan Romi Satria Wahono (Peneliti Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah LIPI).Made akan membawakan materi tentang 'Platform e-Learning Berbasiskan Interaksi Sosial dalam Komunitas', sedangkan Bona menyampaikan topik 'TV Education sebagai Media Pembelajaran Jarak Jauh, dan Romi fokus pada topik 'Pengembangan dan Manajemen e-Learning Content'. (donnybu/)h Bersaing http://inet.detik.com/telecommunication/d-507527/tanpa-kompetensi-sarjana-bakal-kalah-bersaing

Comments

Tidak Ada Comment


Post a Comment

Your comment was successfully posted!