Detail Artikel

25 February 2026 | Sandi S

RAMageddon 2026: Mengapa "Demam AI" Membuat PC Kita Jadi Korban

Permintaan terhadap memori komputer (RAM) di seluruh dunia sedang mengalami tekanan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Penyebab utamanya adalah pesatnya pertumbuhan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan kebutuhan memori yang sangat besar di pusat data. Kondisi ini membuat RAM standar yang selama ini dipakai di PC, laptop, dan smartphone menjadi lebih sulit dicari dan harganya naik tajam.

Permintaan AI Memicu Kekurangan Memori

Perusahaan besar cloud dan AI seperti Google, Microsoft, Amazon, dan OpenAI membutuhkan kapasitas memori yang jauh lebih besar untuk menjalankan model kecerdasan buatan yang kompleks. Jenis memori yang digunakan di pusat data ini sering kali bukan RAM biasa, melainkan memori berbandwidth tinggi (HBM) yang jauh lebih mahal dan diproduksi terbatas.

Menurut pernyataan eksekutif industri, kekurangan memori telah menjadi bottleneck (titik hambatan) dalam pengembangan AI karena kebutuhan yang terus meningkat tetapi pasokan belum bisa mengejar. Analisis industri menyebutkan bahwa AI tidak hanya mempercepat permintaan server, tetapi juga mengubah fokus manufaktur dari RAM konsumen ke memori kelas atas untuk data center.

Dampak pada Smartphone dan PC

Kondisi ini berdampak langsung pada pasar konsumen secara global:

  • Kenaikan harga smartphone dan PC karena komponen memori menjadi salah satu faktor biaya terbesar dalam produksi perangkat. Harga beberapa model flagship naik dibandingkan generasi sebelumnya karena biaya RAM yang tinggi.
  • Pasokan RAM standar menyusut, memaksa produsen elektronik untuk mengamankan stok jauh lebih awal dan berpotensi menunda rilis produk baru.
  • Produsen PC seperti HP memperingatkan bahwa krisis chip memori bisa menekan penjualan PC hingga tahun mendatang karena biaya produksi tetap tinggi dan pasokan tidak stabil.

Selain itu, analis memperkirakan bahwa pasar smartphone global dapat mengalami penurunan penjualan karena kombinasi pasokan komponen yang terbatas dan harga akhir perangkat yang lebih tinggi untuk konsumen.

Mengapa AI Membutuhkan RAM Lebih Banyak?

Model AI modern seperti generative AI dan sistem pemrosesan data besar membutuhkan memori yang mampu menangani operasi paralel besar dalam jumlah data besar. Ini berarti memori tidak hanya berkapasitas tinggi tetapi juga memiliki bandwidth sangat besar untuk memindahkan data dengan cepat.

Jenis memori yang memenuhi kebutuhan ini, seperti HBM (High Bandwidth Memory), berbeda dari RAM yang biasa digunakan di PC karena:

  • Bandwidth lebih tinggi
  • Integrasi dengan prosesor/accelerator khusus
  • Kapasitas lebih besar dalam satu modul

Produksi HBM membutuhkan proses yang lebih rumit, fasilitas manufaktur yang lebih khusus, dan biaya yang lebih tinggi dibandingkan produksi RAM biasa. Produsen chip pun cenderung memprioritaskan pasar ini karena margin keuntungannya jauh lebih besar.

Berapa Lama Krisis Ini Akan Bertahan?

Analis industri memperkirakan bahwa tekanan pada pasokan RAM standar kemungkinan akan berlanjut hingga pertengahan atau akhir 2027. Hal ini karena membangun fasilitas produksi memori baru memerlukan investasi besar dan waktu bertahun-tahun untuk ramp-up kapasitasnya.

Dengan kapasitas yang tetap terbatas sementara permintaan dari AI terus meningkat, kondisi ini mungkin akan menjadi dinamika pasar baru dalam beberapa tahun ke depan.

Apa Artinya untuk Konsumen?

Bagi pembeli PC, laptop, atau smartphone, beberapa hal yang mungkin terjadi adalah:

  • Harga perangkat tetap tinggi atau meningkat
  • Waktu tunggu untuk perangkat baru bisa lebih lama
  • Pilihan konfigurasi tertentu (misalnya versi RAM besar) mungkin langka atau stok cepat habis

Di sisi lain, lonjakan permintaan ini juga mendorong inovasi di segmen memori dan akselerator AI, yang dalam jangka panjang bisa membuka jalan bagi teknologi baru dengan performa lebih tinggi.

Kontak Marketing (WhatsApp)
  Syifa (082130264999)
  Arga (081227728242)
  Margi (081394000042)
  Tuti (081321237948)